Toilet Training: Kapan Waktu Ideal Mulai dan Cara Melatihnya Tanpa Drama
Lepas dari popok adalah salah satu pencapaian besar di usia dini, tapi prosesnya sering bikin orang tua bingung kapan waktu yang tepat memulainya.
Kenali Tanda Anak Sudah Siap
Bukan soal usia semata, tapi kesiapan anak — di antaranya sudah bisa menahan pipis beberapa jam, memberi tahu saat popoknya basah atau kotor, dan menunjukkan ketertarikan meniru orang dewasa ke toilet.
Mulai dengan Memperkenalkan Toilet atau Potty
Kenalkan anak pada toilet atau potty training seat secara santai, biarkan anak duduk mencoba tanpa tekanan, bahkan sebelum benar-benar siap dilatih penuh.
Buat Jadwal Rutin ke Toilet
Ajak anak ke toilet di waktu-waktu tertentu, seperti setelah bangun tidur atau sebelum makan, untuk membangun kebiasaan tanpa harus menunggu anak memberi tahu duluan.
Beri Apresiasi, Bukan Hukuman Saat Gagal
Kecelakaan kecil (ngompol) adalah bagian normal dari proses belajar. Beri pujian saat berhasil, dan tanggapi kegagalan dengan tenang tanpa memarahi, supaya anak tidak merasa cemas atau malu berlebihan.
Konsisten di Rumah dan di Sekolah
Jika anak sudah mulai sekolah, komunikasikan progres toilet training dengan guru supaya pendekatannya konsisten antara di rumah dan di sekolah, tidak membingungkan anak dengan aturan yang berbeda-beda.
Toilet training adalah proses, bukan target yang harus selesai dalam waktu tertentu. Setiap anak punya kecepatannya sendiri, dan tekanan berlebihan justru bisa memperlambat prosesnya.
Pertanyaan Seputar Toilet Training
Usia berapa idealnya toilet training dimulai?
Umumnya sekitar usia 18 bulan hingga 3 tahun, tapi lebih penting melihat tanda kesiapan anak dibanding patokan usia semata.
Berapa lama proses toilet training biasanya berlangsung?
Bervariasi, ada yang hanya butuh beberapa minggu, ada yang beberapa bulan — kecepatan setiap anak berbeda dan itu wajar.
Apakah normal jika anak kembali ngompol setelah sempat berhasil?
Wajar, biasanya terjadi saat ada perubahan besar seperti pindah rumah atau kehadiran adik baru. Tetap tenang dan lanjutkan latihan seperti biasa.
Baca juga 1. 5 Kemampuan Kemandirian yang Perlu Dilatih Sebelum Anak Masuk RA atau MI 2. 5 Tips Menghadapi Hari Pertama Sekolah Anak Tanpa Drama Menangis 3. Jadwal dan syarat pendaftaran siswa baru
Artikel ini merupakan bagian dari panduan parenting Yayasan Pendidikan Hijratul Fath.