Logo Yayasan Pendidikan Hijratul FathHijratul Fath
← Kembali ke Berita
MI

Talaqqi dan Muraja'ah: Metode Klasik di Balik Kekuatan Hafalan Al-Qur'an Siswa MI Hijratul Fath

Talaqqi dan Muraja'ah: Metode Klasik di Balik Kekuatan Hafalan Al-Qur'an Siswa MI Hijratul Fath

Cimahi Utara — Selain menetapkan target hafalan berjenjang per tingkatan kelas, MI Hijratul Fath juga mengandalkan dua metode klasik yang telah dipakai turun-temurun dalam tradisi pembelajaran Al-Qur'an: talaqqi dan muraja'ah. Kombinasi keduanya menjadi tulang punggung program tahfiz sekolah dalam menjaga kualitas bacaan sekaligus ketahanan hafalan siswa dalam jangka panjang.

Apa Itu Talaqqi?

Talaqqi adalah proses menyetorkan bacaan atau hafalan Al-Qur'an secara langsung di hadapan guru (musyafahah), yang mendengarkan, menilai, dan membetulkan setiap kesalahan makhraj maupun tajwid saat itu juga. Metode ini mengikuti manhaj klasik para ulama dalam menjaga keaslian bacaan Al-Qur'an — sebuah pendekatan tatap muka yang tidak bisa digantikan sepenuhnya oleh media rekaman atau aplikasi belajar mandiri, karena koreksi diberikan secara langsung, personal, dan seketika.

Di MI Hijratul Fath, setiap siswa menyetorkan bacaan atau hafalannya kepada guru tahfiz secara rutin. Guru tidak hanya menilai kelancaran, tetapi juga memastikan bacaan sudah sesuai kaidah sejak tahap awal, sehingga kesalahan tidak sempat terbawa hingga hafalan tersimpan permanen.

Muraja'ah: Kunci Supaya Hafalan Tidak Hilang

Jika talaqqi menjaga kualitas bacaan di awal, muraja'ah menjaga hafalan agar tetap melekat dalam jangka panjang. Muraja'ah adalah pengulangan hafalan lama secara terjadwal dan sistematis, berjalan beriringan dengan ziyadah (penambahan hafalan baru). Tanpa muraja'ah yang konsisten, hafalan yang sudah diperoleh berisiko memudar seiring waktu — sebuah tantangan umum dalam program tahfiz di berbagai jenjang usia.

Kenapa Kombinasi Keduanya Penting

Riset pendidikan Al-Qur'an menunjukkan bahwa metode talaqqi terbukti efektif meningkatkan kualitas bacaan (recitation), jumlah ayat yang berhasil dihafal, sekaligus daya ingat siswa terhadap ayat-ayat yang telah dipelajari. Talaqqi menjaga bacaan tetap benar sejak awal, sementara muraja'ah memastikan hafalan itu bertahan. Kombinasi keduanya juga terbukti tidak hanya meningkatkan aspek teknis bacaan, tetapi turut membangun motivasi dan kedisiplinan siswa dalam beribadah.

Manfaat bagi Siswa MI Hijratul Fath

Kebiasaan menyetor bacaan langsung ke guru secara rutin melatih keberanian dan rasa tanggung jawab siswa — mereka terbiasa tampil, dikoreksi, dan memperbaiki diri tanpa merasa minder. Sementara jadwal muraja'ah yang konsisten mengajarkan siswa mengelola waktu belajar secara mandiri. Kedua kebiasaan ini sejalan dengan program tahsin-tahfiz berjenjang yang lebih dulu diterapkan MI Hijratul Fath, sekaligus memperkuat capaian prestasi tahfiz sekolah di tingkat kabupaten.

Pertanyaan Seputar Talaqqi dan Muraja'ah di MI Hijratul Fath

Apa beda talaqqi dengan cara menghafal sendiri di rumah?

Talaqqi mengharuskan bacaan disetorkan langsung ke guru sehingga kesalahan makhraj dan tajwid bisa dikoreksi seketika, sesuatu yang sulit dilakukan bila siswa hanya menghafal sendiri tanpa pendamping.

Seberapa sering muraja'ah dilakukan di MI Hijratul Fath?

Muraja'ah berjalan rutin berdampingan dengan setoran hafalan baru, mengikuti jadwal tahfiz berjenjang sekolah, agar hafalan lama tetap terjaga sembari siswa menambah hafalan baru.

Apakah metode ini hanya untuk siswa yang bacaannya sudah lancar?

Tidak. Talaqqi justru dirancang untuk semua tahap kemampuan, karena tujuannya adalah membetulkan bacaan sejak dini — semakin awal dikoreksi, semakin kecil peluang kesalahan itu terbawa hingga dewasa.


Sumber 1. Profil dan Program Unggulan MI Hijratul Fath 2. Metode Talaqqi & Muraja'ah, Sekolah Tahfiz Anak Negeri 3. Meningkatkan Kemampuan Menghafal Al-Qur'an dengan Menggunakan Metode Talaqqi Pada Anak Usia Dini di TK Islam 'Uluwwul Himmah, Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan

Artikel ini merupakan bagian dari seri liputan program pendidikan MI Hijratul Fath.