Bahaya Memaksa Anak Usia Dini Belajar Calistung Terlalu Cepat, Ini Kata Ahli PAUD
Menjelang usia masuk SD, banyak orang tua mulai gencar mengajarkan calistung (membaca, menulis, berhitung) pada anak sejak Play Group atau Kelompok A, khawatir anaknya tertinggal. Padahal, memaksakan calistung terlalu dini justru berisiko menghambat tumbuh kembang anak secara keseluruhan. Berikut penjelasannya.
Kenapa Banyak Orang Tua Terburu-buru Mengajarkan Calistung
Tekanan biasanya datang dari kekhawatiran anak "kalah saing" saat tes masuk SD, atau dari lingkungan sekitar yang menganggap anak pintar identik dengan sudah lancar membaca dan berhitung sejak dini. Padahal, kemampuan calistung bukan satu-satunya, dan bukan yang terpenting, indikator kesiapan anak untuk jenjang berikutnya.
Apa Kata Pedoman Pendidikan Anak Usia Dini
Kementerian Pendidikan bahkan pernah menegaskan bahwa tes calistung tidak boleh dijadikan syarat penerimaan siswa baru di SD, justru karena penerapannya yang terlalu dini di jenjang PAUD dinilai bisa membebani anak. Fokus pendidikan usia dini seharusnya lebih menyeluruh, mencakup perkembangan fisik-motorik, sosial-emosional, bahasa, kognitif, dan seni — bukan sekadar drilling membaca dan berhitung.
Risiko Memaksakan Calistung Terlalu Dini
Anak yang dipaksa belajar calistung sebelum siap secara perkembangan berisiko mengalami stres, kehilangan minat belajar sejak dini, hingga menganggap belajar sebagai sesuatu yang menekan, bukan menyenangkan. Efeknya bisa terbawa hingga jenjang sekolah berikutnya, justru berkebalikan dari tujuan awal orang tua.
Bermain Adalah "Belajar" bagi Anak Usia Dini
Lewat bermain, anak sebenarnya sedang melatih banyak kemampuan dasar sekaligus — motorik, bahasa, sosial, hingga pra-membaca dan pra-berhitung — tanpa tekanan. Mengenalkan huruf lewat lagu, angka lewat permainan, atau bentuk lewat balok susun jauh lebih efektif dibanding lembar kerja formal di usia dini.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Calistung Formal
Pengenalan huruf dan angka secara ringan bisa dimulai sejak RA/TK lewat permainan, tapi calistung formal dan terstruktur idealnya baru diajarkan intensif di jenjang SD/MI kelas 1, saat kesiapan kognitif anak umumnya sudah lebih matang.
Pertanyaan Seputar Calistung Anak Usia Dini
Apakah anak yang belum bisa membaca saat masuk SD/MI akan kesulitan?
Sekolah yang baik akan tetap mengajarkan calistung dari dasar di kelas 1, jadi anak yang belum bisa membaca saat masuk bukan masalah besar, selama kesiapan belajarnya sudah terbentuk lewat kegiatan bermain di usia dini.
Apakah RA/TK sama sekali tidak boleh mengenalkan huruf dan angka?
Boleh, selama caranya lewat permainan dan tidak memaksa, sekadar pengenalan ringan, bukan target pencapaian yang harus dikuasai sebelum SD.
Bagaimana kalau anak sendiri yang tertarik belajar membaca lebih awal?
Sangat boleh difasilitasi, selama datang dari minat anak sendiri, bukan dorongan atau tekanan dari orang tua.
Baca juga 1. Belajar Sambil Bermain: Manfaat Metode Montessori, Outing Class, dan Cooking Class di RA Hijratul Fath 2. 7 Ciri Sekolah Islam Terpercaya: Panduan Memilih Sekolah untuk Anak Sebelum Mendaftar 3. Jadwal dan syarat pendaftaran siswa baru
Artikel ini merupakan bagian dari panduan parenting Yayasan Pendidikan Hijratul Fath.